Tiga Hal Penting Hadapi Zaman Penuh Fitnah Apa Kata Ust Fathin Hammam

- Senin, 2 Mei 2022 | 06:44 WIB
Ust Fathin Hammam, S.Sos, memberikan pesan hari raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1443 H di lingkungan RSUD Kardinah, Kota Tegal, Senin, 2 Mei 2022 (Kabar Pesisir / Anis Yahya)
Ust Fathin Hammam, S.Sos, memberikan pesan hari raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1443 H di lingkungan RSUD Kardinah, Kota Tegal, Senin, 2 Mei 2022 (Kabar Pesisir / Anis Yahya)

Kabar Pesisir - Ada 3 (tiga) hal penting yang harus dijadikan umat Islam dalam berpedoman hidup di zaman penuh fitnah yang menuntut umat Islam harus memiliki sikap istiqomah dengan berpedoman pada 3 hal tersebut.

Ketiga hal sikap istiqomah yang harus dimiliki umat Islam hadapi zaman penuh fitnah diuraikan oleh Ust Fathin Hammam dalam khotbah memperingati hari raya Idul Fitri 1443 hijriah yang digelar di halaman lingkungan RSUD Kardinah Kota Tegal, Senin, 2 Mei 2022.

Sebelum menguraikan ketiga hal penting menyikapi zaman penuh fitnah, Ust Fathin yang juga selaku Imam Sholat, menjelaskan tentang bagaimana memaknai bulan Syawal setelah satu bulan penuh umat Islam menjalankan kewajiban perintah Allah Swt berpuasa.

Baca Juga: Kapolres Tegal Kota Minta Masyarakat Saling Ingatkan Prokes Selama Perayaan Lebaran 2022

"Bulan ramadhan selesai, maka sekarang kita memasuki bulan syawal. Secara bahasa, syawal bermakna irtifa artinya peningkatan," terangnya.

Dikatakan Ust Fathin bahwa sepanjang ramadhan, kita banyak menjalani ketaatan, meninggalkan kemaksiatan. Ibarat pohon, keimanan dan ketaqwaan kita sedang tumbuh dengan subur dan berkembang.

"Maka kewajiban kita selanjutnya adalah bagaimana merawat pohon iman dan taqwa agar tetap terpelihara dan selamat sampai akhir hayat," tuturnya.

Baca Juga: Gubernur Jawa Tengah Ingatkan pada Salat Idul Fitri Warga Supaya Bawa Sajadah Sendiri

Terlebih lagi, Ust Fathin Hammam menggambarkan isyarat yang disampaikan Rasulullah SAW bahwa pada saatnya hidup kita akan dihadapkan dengan zaman yang penuh fitnah, baik fitnah syahwat maupun fitnah Syubhat atau ketidakjelasan antara yang hak dan bathil.

Juga fitnah dalam bentuk Ibtila wal ikhtibar (ujian dan cobaan) sebagaimana dikutip sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairoh dalam Hadits Rwayat (HR. Muslim No. 118).

Halaman:

Editor: Anis Yahya

Tags

Terkini

X