• Senin, 28 November 2022

Proyek Pembangunan Kantor PDAM Kota Tegal Diperkirakan Tak Dapat Selesai Tepat Waktu

- Rabu, 23 November 2022 | 10:13 WIB
Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi GNPK RI Basri Budi Utomo dan Ketua LSM Abang Tidar Kota Tegal saat kongkow di kawasan Jl. Ahmad Yani, Selasa, 23 November 2022 malam. (Anis Yahya)
Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi GNPK RI Basri Budi Utomo dan Ketua LSM Abang Tidar Kota Tegal saat kongkow di kawasan Jl. Ahmad Yani, Selasa, 23 November 2022 malam. (Anis Yahya)

Kabar Pesisir - Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi GNPK RI, Basri Budi Utomo memperkirakan potensi tidak terselesaikannya proyek pembangunan gedung Kantor PDAM Kota Tegal. Pasalnya hingga sekarang diperkirakan pekerjaan tersebut masih dibawah 70 persen.

Menurut Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi GNPK RI, Basri Budi Utomo yang mengangkat pernyataan itu di medsos menyebutkan proyek pembangunan gedung Kantor PDAM Kota Tegal Tahun Anggaran 2022 bernilai Rp11.436.450.900,- (sebelas miliar empat ratus tiga puluh enam juta empat ratus lima puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh rupiah) itu tidak memungkinkan terselesaikan pada paruh waktu penyelesaian.

"Sepertinya tidak akan selesai tepat pada waktunya, sebagaimana time schedule proyek 165 hari kalender, mengingat tahun 2022 secara efektif tinggal + 40 hari kalender, kecuali pembangunannya dibantu ajian Bandung Bondowoso," tulis Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi GNPK RI, Basri Budi Utomo.

"Kecuali pembangunannya dibantu ajian Bandung Bondowoso," Seloroh Basri.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat bekerja bagi perusahaan yang mengerjakan pekerjaan proyek pembangunan gedung Kantor PDAM Kota Tegal.

"Selamat bekerja, semoga proyek PDAM tidak menambah permasalahan baru di Kota Tegal," tambah tulisan tersebut.

Sementara saat ditemu disela acara Lomba Nyanyi Piala Walikota Tegal dikawasan Pasar Pagi Kota Tegal, Basri Budi Utomo yang didampingi Ketua LSM Abang Tidar, Eri Sudjono mengatakan bahwa pihak penyedia jasa atau perusahaan yang mengerjakan proyek gedung Kantor PDAM Kota Tegal itu bakal diputus kontrak apabila tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai periode waktu pengerjaan. Pencairan anggarannyapun sebatas sesuai porsi pekerjaan yang terselesaikan saja.

Menurutnya, pemberian kelonggaran waktu atau melalui addendum, landasan hukumnya pada Surat Edaran Menteri, namun ada produk hukum yang lebih tinggi yang wajib diperhatikan. (Anis Yahya)

Halaman:

Editor: Anis Yahya

Tags

Terkini

BMKG Ingatkan Warga Cianjur Potensi Gempa Susulan

Rabu, 23 November 2022 | 08:31 WIB

Inilah Smartphone Gaming Murah yang Bisa Anda Miliki

Selasa, 22 November 2022 | 22:17 WIB

Terpopuler

X