Semlohainya Cita Rasa Memek Aceh, Hargapun Sangat Terjangkau

- Jumat, 13 Mei 2022 | 13:30 WIB
Ilustrasi (Kabar Pesisir / Anis Yahya)
Ilustrasi (Kabar Pesisir / Anis Yahya)

Kabar Pesisir - Memek kini menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) maka hal itu resmi menjadi Memek Negara yang wajib dilindungi keberadaannya.

Mungkin sebagian orang kaget kalau Memek sekarang menjadi Memek Negara sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) yang ditetapkan dalam sidang yang digelar di Hotel Milenium Jakarta pada 13-16 Agustus 2019 maka wajib dilindungi.

Memek bila dikomunikasikan didaerah lain seperti sebagian masyarakat di pulau Jawa berkonotasi negatif, maka akan terjadi kontra persepsi khususnya diwilayah Pulau Simeulue, Aceh.

Baca Juga: Pasca Lebaran 2022, BULOG Jamin Harga Pangan Stabil

Di kabupaten Simeulue tersebut, Memek yang dijadikan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) itu adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari beras ketan dan pisang.

Kata Memek sendiri dalam bahasa Aceh, berasal dari kata Mamemek yang bermakna mengunyah beras. Karena alkisah konon kabarnya leluhur Simeulue Aceh suka mengunyah beras atau Mamemek yang arti sebenarnya mengunyah-ngunyah beras ketan yang dicampur pisang.

Pembuatan makanan dengan nama Memek yang berasal dari beras ketan dicampur pisang tersebut, prosesnya lumayan lama membutuhkan waktu sekira satu jam untuk dapat disajikan.

Baca Juga: Susilo Dilantik sebagai Kades Lebeteng Tarub Kabupaten Tegal melalui Proses Pilkades Antar Waktu

Lamanya proses pembuatan makanan Memek tersebut karena beras perlu di sangrai atau gongseng terlebih dahulu sehingga memiliki rasa yang manis dengan aroma pisang dan ketika sudah siap saji memunculkan cita raaa semlohai sebagai warisan leluhur wilayah Simeuleu Aceh.

Terciptanya aroma tak lepas dari pemilihan pisang untuk campuran biasanya menggunakan pisang kepok atau juga pisang raja sebagai bahan utama.

Halaman:

Editor: Anis Yahya

Tags

Terkini

X